Kamis, 07 November 2013

Pemeriksaan Surat Berharga

Ringkasan :
Surat berharga adalah surat pengakuan utang, wesel, saham, obligasi, sekuritas kredit, atau setiap derivatifnya, atau kepentingan lain, atau suatu kewajiban dari penerbit dalam bentuk yang lazim diperdagangkan dalam pasar modal dan pasar uang Surat Berharga /waarde papier / negotiable instrument adalah Sebuah dokumen yang diterbitkan oleh penerbitnya sebagai pemenuhan suatu prestasi berupa pembayaran sejumlah uang sehingga berfungsi sebagai alat bayar yang di dalamnya berisikan suatu perintah untuk membayar kepada pihak-pihak yang memegang surat tersebut , baik pihak yang diberikan surat berharga oleh penerbitnya ataupun pihak ketiga kepada siapa surat berharga tersebut dialihkan. Contoh : Cek, wesel , Saham , Obligasi , dll. Adanya tujuan pemeriksaan surat berharga sebagai brikut :

  1. Untuk memeriksa terdapat internal control yang cukup baik atas investasi sementara. 
  2. Untuk memeriksa surat berharga yang tercantum di neraca, benar adanya, dimiliki dan atas nama perusahaan pada tanggal neraca. 
  3. Untuk memeriksa semua pendapatan yang berasal dari surat berharga telah dibukukan dan uangnya diterima perusahaan. 
  4. Untuk memeriksa penilaian dari surat berharga sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. 
  5. Untuk memeriksa penyajian di dalam laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.
Dalam pemeriksaan kita harus melihat dari prosedur-prosedur yang berlaku : Pelajari dan evaluasi internal control atas temporary & long investment. Minta rincian surat berharga yang memperlihatkan saldo awal, penambahan dan pengurangan serta saldo akhirnya. Periksa phisik dari surat-surat berharga tersebutdan juga pemilikannya (apakah atas nama perusahaan). Cocokkan data-data dalam rincian dengan berita acara pemeriksaan physik surat berharga tersebut. Periksa mathematical accuracy dari rincian surat berharga. Cocokkan saldo akhir dari rincian tersebut dengan buku besar. Lakukan vouching  atas pembelian dan penjualan surat berharga, terutama perhatikan otorisasi dan kelengkapan bukti pendukungnya. Periksa perhitungan bunga dan deviden nya dan perhatikan segi perpajakannya. Periksa apakah bunga/deviden yang diterima telah dibukukan semuanya. Periksa harga pasar dari surat berharga pada tanggal neraca. Untuk temporary investment, valuationnya adalah mana yang lebih rendah antara harga beli dan harga pasar. Untuk long term investment, valuationnya adalah berdasarkan harga beli kecuali jika terdapat tendensi menurunnya harga pasar surat berharga tersebut untuk masa yang cukup panjang. Adakan diskusi dengan menejemen untuk mengetahui apakah ada perubahan tujuan dari pembelian surat berharga yang akan mempengaruhi klasifikasi dari surat berharga tersebut. Periksa subsequent events untuk mengetahui apakah ada transaksi sesudah tanggal neraca yang akan mempengaruhi klasifikasi atau disclosure dari surat-surat berharga tersebut, misalnya penjualan long term investment dalam subsequent period. Periksa apakah penyajiannya sudah sesuai dengan PABU di Indonesia / SAK. Tarik kesimpulan mengenai kewajaran saldo temporarry & long term investment yang diperiksa.

Refrences : 
http://jurnal-akuntansi.blogspot.com/2013/01/pemeriksaan-surat-berharga-investasi.html
http://kumpulanmakalah-kedokteran-psikologi.blogspot.com/2013/06/makalah-pemeriksaan-surat-berharga-dan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar